Showing posts with label fiction based on true story. Show all posts
Showing posts with label fiction based on true story. Show all posts

Saturday, 23 July 2011

novel?

seperti beberapa cewek pada umumnya, saya juga suka menulis kisah cinta remaja..
oke, sampe sini aja jijay banget ga sih bahasa gue -,- fine, gue mulai nulis cerpen waktu gue kelas 4 sd. yep, taun 2004. pernah nulis alay? pernah. pernah nulis sinteron mode: on? pernah. pernah nulis yang eyd nya ngawur sana sini dan bikin nggak enak dibaca? pernah juga.
terus SMP pertengahan lah, zaman seorang anak abg mulai sok gaul dan menghina-dinakan para alayers, saya ngebaca novel-novel lama saya dan sukses pingsan. ohmydear, itu asli alay tingkat dewa. akhirnya saya pensiun menulis cerita-cerita romantisme kaya gitu sekitar setahun dan beralih ke puisi (seenggaknya kalo di puisi kan boleh dramatis, ya nggak? *wink wink*)
baru waktu peralihan ke SMA saya mulai nyoba nulis novel lagi, salah satunya novel ini yang tidak selesai dan tidak akan pernah selesai :3 untuk orang itu, God bless you, brother! hahaha

lalu ini salah satu karya yang belum selesai juga, karena saya sekarang lebih banyak nulis dalam bahasa inggris tapi saya bertekad mau nyelesein ini karena endingnya udah di otak. yang mungkin tertarik baca, silahkan..


(iya, judulnya 'A'. keberatan? :p)


dan untuk yang satu ini, termasuk salah satu karya 'terniat' saya yang direncanakan untuk menjadi 9 bab. bab 8 dan 9 selalu menciptakan kontroversial di kalangan temen-temen yang nggak terima sama endingnya, jadilah bab 8-9 bolong sana-sini. yang mau baca monggo, and let me know what you think, okay? ;)


The Heartbreakers

dimohon dengan sangat untuk tidak mengcopy dan mempaste sembarangan, copyright terlindungi (dengan doa dan amal perbuatan)

happy reading! :)


kalo udah capek baca mending segerin mata dulu pake yang artistik-artistik disini (warning: karya masih agak newbie haha)


..and guys, this is.. :')

Friday, 24 June 2011

it's just.. unspoken.

two young teenagers sit on silence. avoiding each other's eyes and busy on their mind. drowning. deeper. with some touch of memories which come like knifes. poking, scraping, scratching, and finally undermine their entire defense..

Girl:
he never make any effort for me, he doesnt even wanna fight for me, he said he miss me but he doesnt do anything, he told me that he loves me, but he never show me enough.


Guy: 
i'm tired of never being good enough, why she's asking so much? isnt it just enough that i let her know she's the one and only? i tell her that i love her, and mean it. what should i do then?

Girl:
he never shows that he loves me in front of his guy friends, with those jerks he acts differently, he even doesnt want me to hang out very often with his guy friends.. what else the reason except he's shy and embarrassed being with a girl like me? yes yes, i know i'm not that pretty, that hot, that attractive or that attention-center-diva. whatever boy, doesnt he know that i just wanna make friends, anyway, some of them are funny and i enjoy being around em.

Guy:
for god's sake, there's always always a line beside relationship and friendship. and yes, there's some jackass in my gang but they appreciate me and kind to me. i love them and i dont want to have any problem with you if you figure it out and start commenting or giving me advice about it. i'm avoiding arguments okay? otherwise when i see you hang with them i'm also afraid that you could, probably, fall for one of them who's maybe more gentle than me, or a guitar cutie, or.. hell yes, i'm avoiding that possibility. with a little bit of jealousy. and duh, please stop being so insecure about yourself, you're not just pretty. well, you're beautiful..

Girl:
sometimes i can feel him staring and kinda make me blush, i think he thinks i'm kinda gorgeous.. but why he never tell me that? sometimes i also want to get compliment doesnt he know?

Guy:
to be honest,  i'm not that kind of corny-frontal boys, or romantic sorta thingy. i thought she already know by the way i treat you.. otherwise, if she can't accept me just the way i am  then why did we even start this?

Girl:
sometimes i want him to start opening up about what he really feels, he seem just okay with everything, even for me it looked like he doesnt care at all.. i want that serious conversation so we both can explain what each other feels.. ah, he'll never be able to get whole mind on those kind of heavy stuff. he prefers having fun around and things. anyway, i think it has no point anymore now..

Guy:
not rarely i've been thinking to spontaneously tell her what's on my mind in some good situation. like, you know, we just enjoy doing our things together and suddenly i pops out something, in kinda joking way so she can accept it positively. but, at the same time i dont think she can.. and now, look at her, she's about to end this.. it's just too late.


Girl:
"We're just, for some reason.. not meant to be, i guess.." But I love you! Please say something to make me stay!
Guy:
"So.. that's what you want.. I, I understand. Wish you a better life and thanks for everything." Damn, I dont know how long will it take to get over this, but I need to appreciate her decision..


(Last hug)
Girl: 
(holding tears) it's always like this, i'm the only one who's hurt and he'll just go back to his friends. laughing. totally okay.
Guy: 
(looking up, close his eyes) then she's gonna go to her girlfriends, go shopping, flirt to new boys and being just alright. haha yes i knew it..


(Pull over, making some distance and look at each other eyes. Both of them are unreadable, too many emotions there so it's blurred..

Girl:
"Bye." I guess he never really loved me..
Guy:
"Bye." I guess she never really loved me..

originally created by me.

Friday, 20 May 2011

Hujan Bulan Juni

Tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan Juni
Dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu,
Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni
Dihapuskannya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu
Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni
Dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu..

- Sapardi Djoko Damono


*ngebaca ulang puisi-puisi om Sapardi Djoko Damono (sok akrab ceritanya pake om segala)*

...

*megapmegap*

o my.

haduh keren abis bapak satu ini tuolooooong, punya anak cowok ngga? umur berapa? #lho?
sekedar info ya readers, bapak Sapardi ini yang membuat puisi legendaris berikut ini..
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan
Kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada..
*helloooo, tau dong puisi yang sering banget muncul di soal soal tryout sebelum unas itu hahaha*
okee, jadii..
saya penikmat karya sastra, mulai dari prosa, cerita fiksi maupun nonfiksi, panjang maupun pendek, inggris, indonesia atau terjemahan dari bahasa asing lain seperti prancis (L’Eternité misalnya, ciamik bangets) , spanyol (SABRÁS QUE NO TE AMO Y QUE TE AMO pastinyaaa! bisa dibaca disini), atau cina (try google Tu Fu or Li Po, they're awesome! highly recommended! :3) *pengen juga kapan kapan merambah jerman *ketularan anak libels*, kayaknya boleh dijajal* dari yang menggunakan bahasa baku indonesia, penuh dengan kata-kata baru (dimana saya menemukan tergugu, tersempal, dan masih banyak lagi) maupun puisi yang dipenuhi kata-kata 'gaul' bahkan diselingi kalimat langsung, tapi tidak norak. *tahukah kamu bahwa penyair legendaris W.S Rendra menggunakan kata nyamperinbegokaratan, bahkan nongol di puisinya? unbelievable, isnt it? :))
and well, of course i'm also a big fan of Dewi Lestari, Chairil Anwar, Taufiq Ismail, Sutardji Calzoum Bahri -hei, karyanya ada yang diterjemahkan oleh Harry siapaaa gitu *males googling* ke bahasa inggris loh. ada yang pernah baca?) and other gifted poet in Indonesia, and hell yeah i adore those amazing E.E Cummings, Robert Brownings, Edgar Allan Poe, and Maya Angelou as well ;] 

oke, kembali ke puisi indah ini: Hujan Bulan Juni. saya nggakmau menganalisa puisi disini, karena pemahaman puisi itu tergantung interpretasi masing-masing ya kan? saya cuma mau share betapa saya suka puisi ini.
fyi, sesudah membaca puisinya yang terngiang-ngiang di benak saya itu kalimat terakhir: 

Dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu..

daan ada cerita yang terinspirasi dari puisi ini juga novel zaman dulu kala yang saya lupa judulnya --a
(versi lengkap cerita ini ada di laptop noni di surabaya dan sialnya nggak kecopy TT mungkin kapan kapan noni post yaa hahaha. tapi umm, nggak yakin juga, soalnya itu sebenernya cuma modifikasi novel itu menurut versi yang lebih dalem *in my opinion :p* jadi takutnya melanggar hak cipta)
"jika ada hujan dan bintang di langit yang sama, maka akan terjadi keajaiban." sebuah prinsip yang dianut oleh Ata dan selalu didalihkannya pada teman-temanya sebagai pepatah yunani.
tidak, itu teori miliknya sendiri.
karena Isou suka bintang, sementara ia suka hujan.
Isou begitu memuja kerlip-kerlip kecil indah, menantinya, mempelajari tentangnya. maka tentu saja ia tidak suka mendung, dan membenci hujan. karena mereka mensaput bintang dari pandangan.
Ata mencintai hujan, ia suka membiarkan rambutnya basah, deru hujan membungkam suara-suara tidak penting di pendengarannya, tetes hujan mengaburkan air matanya sehingga tidak ada seorangpun yang menyadari ia menangis, semuanya, bahkan bau hujan.
tapi Ata tidak membenci bintang.
baik bintang di langit maupun bintang-nya Isou.

whoa kok jadi mendayu dayu begini? :/
intinyaaaaa Isou sama Ata itu sahabatan, dan seperti cerita klasik pada umumnya Isou nyante-nyante aja nyeritain soal cewek yang ditaksirnya setengah mati itu sama Ata, sering manfaatin Ata dan pura-pura budek sama kenyataan kalo Ata itu sayang banget sama dia. (dalam artian begitu, ya kamu tau doong)
tapi ujung-ujungnya Isou gerah juga ngeliat Ata 'terlihat tertarik' sama cowok lain, padahal enggak --" *banyak setting hujannya lagi, unyuuu :3 (memuji karya sendiri. pelanggaran!)

lalu malam itu, tepat di bulan juni yang cerah kakaknya Ata masuk dalam keadaan agak basah dan cewek itu tertegun. hujan? di bulan juni?
lalu ia berlari keluar balkon, dan tujuannya jelas: mencari bintang.
semenit, dua menit.. ada!
redup, tapi semakin lama semakin cerah.

endingnya ya sama kayak di novelnya sih (disitu namanya Kenrico dan Leona, novelnya judulnya Not Just a Fairytale! baru inget --") Leonanya galau, kabur ke bali, Kenriconya ngejar, terus geje sesaat, terus happy endiiing

*padahal kata yang ngarang cerita ini based on her true story.. dan tidak happy ending. hiks)


the end, hahah gapenting. maaf ya om Sapardi, puisi dalemnya nggak saya ulas sesyahdu mungkin TT. 

Saturday, 7 May 2011

sepenggal memori tentang orang itu



haha judulku --"
oke, akhir akhir ini saya jadi suka bernostalgila :)) saya menemukan arsip-arsip terlupakan di hard disk saya (sistem filing saya memang berantakan --" habis file nya banyak bangeeeet *excuses hahah) ada satu novel tidak selesai yang terinspirasi dari dia. oke, berikut cuplikan cuplikannya :D

Vero
Aku menatap sekeliling tanpa ekspresi. Yah, memangnya mau bagaimana lagi? Toh aku sudah terlalu familiar dengan lingkungan ini. Nyaris tidak ada hal yang baru. Meja-kursi yang sama, interior yang sama, taman-taman yang sama. Hanya seragam yang berbeda, dulu biru sekarang abu-abu.
Apa sih yang menarik jadi anak SMA? Kayaknya aku nggak ngerasain apapun deh. Semua sama aja. Apalagi aku harus terdampar di sekolah ini lagi, sekolah ini lagi. Bukannya aku nggak suka sih, tapii, yah, bosen aja. Nggak salah kan?


Val

Oh great. Hari ini bener-bener sempurna. Hari pertama masuk sekolah, aku udah ditanya guru-guru soal kakakku. Yeah, siapa juga yang nggak bosen ditanya itu lagi, itu lagi. Tapi yang lumayan spesial ada sih, tadi aku liat cewek cantiiik banget. Gila, kayak bersinar gitu di antara yang lain, putih banget, trus bibirnya itu! Agak blasteran juga kayaknya. Sayang aku belum sempet nanya anak-anak soal cewek itu. Namanya siapa ya?




valvintage: Lan?
valvintage: Besok bawain barangnya ya?
valvintage: Aku udah ada duitnya tenang aja hehe
valvintage: Oke, les?
allevero77: hah?
allevero77: siapa nih?
allevero77: udah nggak kenal, nyasar lagi.
valvintage: Halaaah
valvintage: Pokoknya besok bawa ya hehe kamu kan sales kelas :D *peace
allevero77: maaf ya mbak atau mas siapapun disana, anda salah orang
valvintage: Ya ya terserah, peer udah selesai lan?
allevero77: buset nih orang
allevero77: --"
allevero77: alan x-1 maksudmu? ini bukan alan
allevero77: ini vero x-4
valvintage: SERIUS?
valvintage: Kamu nggak bohong kan?
allevero77: nggak lah hahaha penting apa boong segala
valvintage: My God
valvintage: Yaampun sori sori
allevero77: :))
allevero77: hahaha nggakpapa
allevero77: kok bisa nyasar sih? nih id nya: alanpr
allevero77: jauh lho alan sama allevero77 --a sama al-nya doang
valvintage: Gila malu banget
valvintage: Hehe ya soalnya tadi ngerjain peer bareng anak anak trus ngeliat Ivan lagi chat sama allevero
valvintage: Diskusi soal biologi
valvintage: Ya aku kira itu alan sih
valvintage: Pulang langsung ngeadd hahahaha
allevero77: =))
allevero77: oke oke hahhaha
allevero77: btw, ini val x-1 kan?
valvintage: Iya :)
valvintage: Oya udah nonton ini belum..      
allevero77: belum, emang bagus?      
...   



"Kamu dichat Val?" Tatapan anak itu menusuk. Oh yaampun, Vero lupa sama sekali kalo anak itu yang punya id ym dan nomer hapenya Val tapi males banget mau ngasih sama orang lain. Glek. 
"Hehe, iya. Nyasar aja kok. Hahahaha sukanya kok sama anak kayak gitu sih?"
Dia tidak menghiraukan, "Gimana-gimana? Liat history nya dong!"
"Yah, aku kan chatnya di rumah, Zur."
"Besok bawa laptopmu dooong. Ya? Ya? Ya?"
"Hah? Besok itu ada kimia, bawa modul. Bahasa Inggris, bawa kamus. Biologi sama Mat, bukunya tebelnya kayak apa. Nggak, nggak. Aduuh itu tuh biasa aja, dia ngira aku Alan."
"Gitu doang?"
"Hmm, ya iya gitu doang. Hehe, emangnya mau gimana lagi?"


”Yeah, itu malu-maluin banget tau nggak.” Val meremas rambutnya, setengah ketawa mengingat kebodohannya kemarin. ”Emang yang mana sih tuh cewek?” pandangan Reza segera terarah ke depan. ”Yang lagi jadi MC itu lho, Val!"



Vero
Aku bengong. Pengen ketawa tapi nggak enak ngeliat ekspresi Ava serius gitu. Tapi toh akhirnya aku ngakak juga. ”Ya ampun, Va. Anak kayak dia itu mana mungkin sih suka sama aku? Cewek di dunia ini bejibun, say. Dan yang lebih baik dari aku juga segudang. Dia kan eksis tuh, masa sama aku sih? Aku bukan levelnya dia kaliii.”
Sejujurnya, alesannya adalah aku males banget. Gila itu anak jaimnya selangit, padahal udah temenan enak-enak juga. Dan kayaknya dia agak tersinggung gitu waktu tau aku ngga seberapa ngerti mukanya. Maklum doong jarang liat, emang aku kayak anak-anak cewek lain doyannya nongkrongin kelas x-1 sama x-2? Whoa, kayak nggak ada yang lebih penting aja.


“Tapi emang kenapa sih Ver? Apa yang kurang dari seorang Val?” Vero menghentikan langkah. ”Nggak ada manusia yang sempurna, Shin. Kamu jangan memuja dia gitu dong.” Shinta mendesah,”Ya tapi kan dia nyaris, Ver. Ganteng, pinter, anak baik-baik juga.” Vero menoleh tanpa minat, ”Ya terserah aja sih kamu mau ngomong apa. Mungkin justru karena dia terlalu sempurna itu makanya aku nggak tertarik.” Shinta menatap heran, Vero balas menatapnya sinis, lagi-lagi mengeluarkan kalimat pamungkas, ”Levelnya beda sama aku, jenderal!”
Vero menutup lokernya, menyisakan bedebum keras. Dengan langkah lebar dia menuju kelas. Shinta mengekor dari belakang. Masih terus nyerocos soal makhluk bernama Val itu.
Nggak salah emang kalo anak-anak pada ngebicarain para ”anak baru” sebenernya bukan baru sih, mereka sama-sama masuk di kelas 10 tapi karena mereka dulunya bukan dari SMP XX jadilah mereka sebagai wajah-wajah baru untuk penyegaran. Nggak cuma Val sebenernya, ada Ray, Tian, Eldo dan masih ada beberapa lainnya. Tapi karena Val punya kakak di SMA XX yang sama populernya, Evan, jadi nama dia juga beken banget. Kadang Vero kasian, apa nggak terbebani ya selalu dibilang, ”Oh, Val yang adeknya Kak Evan ya?” padahal nama Val di XX juga cuma ada satu, tapi rasanya nggak lengkap aja kalo nggak ditambahin identitas ’adeknya Kak Evan’.
"Val itu ganteng ya, Ver." *masih agak kalem*
"Gayanya itu lho, cuek, agak sombong, bikin geregetan!" *tampang gemes*
"Tinggi, pinter, alim juga gitu kan, huah pokoknya the best Ver!!" *mata berbinar*
Daaaan seterusnya.
Vero mendengarkan dalam diam, tangannya sibuk mengetik sms balasan sambil sesekali tersenyum.


"Dia itu udah jadian. Barusan aja."
Iya aku juga udah tau.
"Haha, oya? So? Kita kan cuma temenan."


"Idih yang chat-an tiap hariii.."
"Vero mendongak menemukan tatapan Azury yang jelas jelas memasang ekspresi sinis. 
"Haha, tenang aja Zur, dia safe kok. Bahkan dari aku hahhaha."
Zury mengerinyit, "Maksudmu?"
"Satu, dia single. Dan available, well dulu dia emang sempet suka sama anak sih, tapi udah enggak."
Azury mengerjapkan matanya. Sekali.
"Kedua, aku udah jadiaaan."
"SUMPAAAAH? Omyyy, congrats yaaa, gimana? Kapan? Pejeeee."
Sejenak mereka sibuk tentang euphoria Vero-akhirnya-punya-pacar itu. Sebelum tatapan Azury terpusat di satu spot lalu menoleh ke arahnya penuh makna, "Itu Val! duh ganteng banget yaaa. Tingginya, putihnya, gaya jalannya Ver, Ver! Liat!"
Vero memutar bola matanya. Duh, ganteng standar! Tipikal gitu loh, dimana-mana deskripsi cowok ganteng ya begitu itu. Lagian kalo emang suka kenapa yang disebutin fisik doang coba? Dia kan ada sisi lainnya. Baik lah lumayan, sense of humor sama sarcasmnya mantep haha. Selera musiknya juga jempolan.
Vero tertegun sejenak, lalu mendengus pelan.
Bodo ah, nggak peduli.


Val

Namanya Celine. But she’s unavailable saudara-saudara yang terhormat! Hiks, yeah dia udah punya cowok. Nggak heran sih sebenernya, makhluk secantik dia gitu. Wajar aja. Cuma cowoknya itu lho! Gila si Celine, nggak bisa nyari yang bagusan dikit apa? Mending ganteng, standar gitu. Mana jahat banget pula sama Celine-nya. Ditinggal-tinggal mulu, sekalinya dateng sok romantisnya kayak apa. Hih.

Eh yang namanya Vero itu asik juga. Nggak jaim kayak cewek kebanyakan. Oke-oke, akunya yang jaim. So? Kalo aku jaim ceweknya juga jaim nggak ada obrolan dong? 
Tapi yaah, nggak ada apa apa sih. Cuma seru aja punya temen ngobrol tiap hari. Dia lumayan menyenangkan haha. Udah ah.


Benda itu.
Vero terpaku, kesadarannya seakan terseret ke dimensi dan waktu yang lain. Pelan, tangannya terulur meraihnya. Merasakan besinya, menyentuhkan permukaannya yang dingin ke pergelangan tangan, menekan perlahan..
"VERO!"
Seketika ia tersentak, tatapannya menoleh menemukan mata Val yang hitam, sarat oleh kemarahan.
"Ngapain kamu?"
"Oh, enggak. Mainan doang kok ini hehe."
"Nggak, aku liat kok ekspresimu."
"Mainan doang kok, beneran."
"Ver, yang kamu lakuin tuh.."
"ECIYEEE, ngapain disini?"
Vero dan Val menoleh, menemukan segerumbulan anak yang sibuk bercie-cie dan berihi-ihi sebelum akhirnya,
"Ver, laper nih. Tuh mbakmu udah nyiapin, kan kasian kalo makanannya dingin trus nggak dimaem, ya nggak?" kata Irsyad dengan cengiran persuasifnya.
Vero tersenyum kecil, "Dasar. Hahaha, yaudah ayo."
Val menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan, lalu mengendikkan bahu dan berjalan mengikuti mereka.
August 28, 2009




WUAW :o :O :O
Okeee untung aja tuh novel nggak selesai hahaha, emm sebenernya part part bawahnya masih ada sih. tentang perang status. tentang gimana 'Azury' marah sama 'Vero' karena untuk kedua kalinya 'merebut' gebetannya. duh, terlalu banyak tanda kutip. tentang Vero yang ngerasa nggak pantes buat Val DAN Val yang ngerasa nggak pantes buat Vero. tentang permainan tanda seru di conference biar keliatan kayak lagi berantem. tentang pengakuan-pengakuan. tentang ending? tidak saya tulis.

good times, you know?
tapi yang namanya memori memang  bagusnya disimpan, diambil pelajarannya dan dihargai karena bagaimanapun kita pernah bahagia.

alhamdulillah kamu udah nemuin yang lebih tepat, lebih pantas, dan lebih berhak ada di posisi itu. bukan seseorang yang perasaannya belum pasti.
dan alhamdulillah juga aku sudah menemukan dia.
sama-sama yang terbaik buat kita, insyaAllah :)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...