Showing posts with label lagi bener. Show all posts
Showing posts with label lagi bener. Show all posts

Monday, 9 April 2012

Cinta, Tuhan, Hidup dan Sampah

The best things in world will never be definable. Cinta dan Tuhan misalnya. Mengutip kata Dewi Lestari,
Pengalaman, bukan penjelasan. Perjalanan, bukan tujuan. Pertanyaan, yang sungguh tak berjodoh dengan segala jawaban.

Atau hidup. Ah, ini topik favorit saya.

Saya bisa saja mengatakan bahwa tidak ada sperma yang terpilih dan terseleksi lalu menjadi percuma. Tidak. Kamu tidak diciptakan sia-sia, kamu diciptakan untuk menjadi sesuatu. Kamu berharga, bukan sekedar satu dari enam milyar jiwa. Dan Tuhan, begitu cintanya padamu. Dia memastikan jantungmu tetap berdetak.. sementara kamu? Siapa sih kamu? Kamu bahkan lebih kecil dari debu antariksa, siapapun bisa meninggal setiap harinya, kenapa bukan kamu? Kenapa sesudah kamu berbuat dosa, atau sesuatu yang mengesalkan Tuhan, Ia tidak langsung mencabut nikmatNya yang dititipkan padamu? Atau sekalian saja, nyawamu?
Lalu perlahan, kamu bisa saja akan makin bersyukur. Lalu perlahan kamu mungkin merasa terinspirasi dan berterima kasih. Dan cepat atau lambat, terbentuk di benakmu bahwa saya adalah seseorang yang baik dan positif.

Lalu bagaimana ketika saya mengatakan bahwa Tuhan kita adalah penulis di sebuah buku cerita bernama realita. Dia akan mengatur setiap jengkal langkah dan setiap huruf yang keluar dari mulut maupun tangan kita. Dia akan menetapkan dengan cermat seluruh sebab dan akibat, memberikan peran tanpa berdiskusi, si A akan menjadi tokoh antagonis, si B adalah si tertindas, dan si C adalah sang pahlawan. Pada tanggal ini, jam ini, di tempat ini, kamu akan tergoda Iblis dan melakukan perbuatan yang tak termaafkan, lalu sepuluh hari kemudian kamu akan meninggal tanpa sempat bertaubat, dan kamu akan masuk neraka.
Seems.. Unfair? Lah, mau protes sama siapa? Orang kita cuma ciptaan, buatan, harus tunduk sama Bos dari segala Bos dong.
Sampai di poin ini, alismu akan mulai berkerut, kamu mulai berpikir dua kali untuk berkunjung lagi di blog ini, dan jelas, citra positif itu pudar sama sekali.

Saya, atau siapapun juga, cuma bisa berteori. Bisa, bahkan bukan berarti berhak.
Hidup cuma bisa dijalani sebaik-baiknya dengan terus melihat ke depan.
Dan dimengerti sebaik-baiknya dengan sesekali melihat ke belakang.
Kamu adalah pencipta definisimu sendiri. Kamu berhak memasukkan kata sifat 'Tidak Adil', 'Menyebalkan', 'Ironis', 'Penuh Kejutan', bahkan 'Sempurna'.
Kamu juga yang akan memilih sikap apa yang akan kamu pakai untuk menghadapinya. Keras dan ambisius? Tegar dan menomorduakan perasaan? Menganalisa setiap tindakan? Menikmati setiap jengkal hidup -lagi, definisikan sendiri soal ini- atau mengalir seperti air?

Kamu boleh memilih menjadi orang yang sepenuhnya baik, sepenuhnya jahat, setengah-setengah, atau menentukan sifatmu sesuai dengan apa yang kamu hadapi. Dan kamu bisa memilih. Tidak ada orang yang terlahir dengan hati kapas atau batu. Semua soal proses dan penerimaan.

Ah ya, jika saya boleh memberi sedikit saran, -saran yang sudah jelas tidak saya lakukan tapi tetap saya rekomendasikan. 
Minimalkan menceritakan sesuatu pada orang lain, apalagi berulang-ulang.
Terutama masalah, bahasa saya: sampah.
Jika sampah itu ternyata ringan, orang akan menganggapmu lemah. Lebay, bahkan.
Jika sampah itu ternyata berat, orang akan menganggapmu mencari perhatian.
Lebih parah, mensyukuri hal itu.

Bahkan menceritakan kebahagiaan? Wah, ada ribuan pencemburu di luar sana kawan. Dan kalaupun ada pendengarnya, percayalah, mereka cepat bosan.

Saya termasuk seseorang yang sering menyampah, padahal saya tau saya lebih dari mampu untuk mendaur ulangnya terlebih dulu. I'm working on that now, actually. Karena saya bercerita way way too much.
Tapi mungkin, dengan mengenal saya, kamu bisa sedikit lebih bersyukur? Mungkin kamu nggak selebay saya, atau kamu bukanlah attention-whore kurang kerjaan yang menulis hal semacam ini di internet, atau kamu merasa tidak semenyedihkan saya, atau entahlah, sedikit banyak ada yang bisa dipelajari dari spesies ini?

Last, I want you guys to know that,
Everybody is struggling.
Semua orang berjuang.
Semua orang bertahan hidup.
Semua orang mempunyai perang yang harus, atau ingin, mereka menangkan.

Entah hal ini patut disadari, disyukuri, atau hanya pengingat bahwa kamu nggak sendiri.
KAMU adalah yang mendefinisi, memilih, menjalani, dan menentukan apapun yang ada di hidupmu.

Good luck with yours, wish me luck with mine.

Friday, 24 February 2012

saya betul atau benar?

generasi kita adalah generasi malas berpikir,
dimana seorang ibu bisa-bisanya menyerahkan pertanyaan "besok masak apa?" kepada pembantunya,
dimana seorang bos bisa-bisanya berkata, "ah itu kan bukan urusan saya, masa saya mikirin gituan?"
dimana tersisa seorang murid yang tidak bisa menyerahkan 'tugas berpikir' kepada siapapun lagi, dan berakhir akan mencintai seluruh kesempatan dimana ia bisa beristirahat dari proses berpikir.


perlahan tapi pasti, kemampuan kita dalam memutuskan sesuatu akan menurun, mulai menghindari memikirkan hal-hal yang menurut kita remeh dan (lagi, menurut kita) tidak berperan banyak bagi hidup kita. perlahan tapi pasti kita kehilangan abilitas kita merumuskan masalah menjadi pernyataan dan mencari solusi dengan cepat.


salah siapa?
kita terbiasa disuapi dengan jawaban-jawaban untuk dihafal bukan permasalahan untuk dipecahkan. dan (sebenarnya) kita menjadi keenakan karenanya.
jadi? salah guru kita? guru kita juga terbiasa disodori kurikulum oleh departemen pendidikan yang akan mengatur semuanya, mulai dari buku sampai sistem pendidikan. seluruh kreativitas terpaksa ditahan -dimana akan diprotes oleh sekitar enam persen populasi guru kita, tapi diterima dengan syukur oleh sisanya. para malas berpikir.


even now, a blogger can't always be considered as a writer. seseorang bisa saja hanya membuat akun, memilih template, dan hanya mencari sumber-sumber dari internet lalu klik kanan. tipikal, saudara-saudara. terimalah, budaya copas sudah nyaris legal.


berlatihlah untuk lebih produktif, less 'retweeting' and start to think with your own mind. retweet nggak cuma berlaku di dunia twitter aja sebenernya, terus-terusan mengekor di pendapat orang lain dan hanya menjadi voters ketimbang pencetus ide juga merupakan salah satu akar budaya males mikir ini. beberapa hari lalu saya membaca tweet yang sebenarnya kelihatan normal -lucu malah-
"bitch, please. it's 2012. can we get some waterproof phone? i'd love to text during shower."
tapi jika dipikir lagi, pertama itu menunjukkan betapa parah level kecanduan generasi kita terhadap handphone. serius, emang kita bener-bener sebutuh itu sampe hape harus nempel 24/7 di jemari kita? man, we're just so pathetic.


kedua, well why should wait for somebody to start making it and we just gonna applause for them? kenapa nggakpernah terlintas untuk mulai bikin atau seenggaknya mengembangkan ide itu dengan lebih proper? yep. terlalu nggak mungkin. males. nggakpunya waktu. bikin hape? are you kidding me?


gini ini nih cara berpikir remaja zaman sekarang. pernah sekali waktu lagi makan bareng temen saya mencetuskan, "aduh bener-bener deh ya tren di surabaya ini lambat banget. masa harem pants aja belum 'in' sih? di jakarta aja udah bejibun yang make." guess what? lusanya waktu hangout lagi, salah satu temen lain di circle itu make harem pants plus body fit shirt yang imut banget. with bangles and quirky heels, dia sukse menarik perhatian dan temen sayapun sukses keki berat. salah siapa ngebocorin ide ke orang lain, ya nggak?


setelah dipikir-pikir saya juga males mikir konsisten, tadinya berniat pake bahasa indonesia full -eh tetep aja kecampur campur sama inggris --"
daaaan setelah dipikir-pikir kayaknya saya emang kebanyakan mikir deh sampe bikin post ginian O.o


okelah, saya mau siap-siap ngampus dulu. have a nice day, fellas! stay upbeat!

Wednesday, 22 February 2012

i need new goals.

ah it's been awhile. sorry for my followers, and sorry for those who already left their footprints, i'll get my ass there *on your blogs, i mean, dont take it seriously wrongly* as soon as i have spare time. thanks for visiting, by the way, i'm honored. rly :)

what's new? i just started my new term 2 days ago and i have good feeling about this, thank god. and yah, so far i keep my promises and also keep making new ones, i need to be a better person. for real. better moslem, better child, better student, better girl, better friend, better team mate, better worker -ah ya, i work on some projects, wish me luck xD-

i just wanna share something, 2 years ago, i was really inspired by a blog of one of my senior. and i promise myself: i'll make a blog and make it as good as hers. i created blogger account, customize it, keep it updated, promote it to friends, write some good stuffs, join some bloggers club such as #KK -and met inspiring people there-, until now, i got more followers than her *alhamdulillah* and look what i've done to this blog? neglect it. and so so sorry about that, i promise i'll write more, both in english and indonesian.

i mean, at first i'm kinda proud of myself, and realize that i need some motivation to keep growing, new challenges, new tests, new competitors maybe, i can't get motivated only by myself. however, because my 2011 has been great, i met lots of new awesome friends -and guys, got new unforgettable experiences, got what i always wanted: freedom. i started to enjoy my life to the fullest, started to love myself for who i am, being grateful, and don't give a damn about other people's life.

is it good? abso-freakin-lutely.
but then i think i get kinda decreased, i mean, my skill, energy, creativity, innovation, all those good things i used to have when i actually have a goal.

just few days ago, i found a blog of an indonesian student schooling in singapore. she is a writer, a fuckin good writer, i'm not bullshitting. her vocabs, her tone, gosh i'm jealous to death. and she also reads. great books, which also totally inspires me a lot.

and there she is, a new idol -if i may say- a new inspiration even though i dont know her personally, never met her before but she friends with lots of friends of mine. what can i say? her popularity is undebatable.
should i make a new goal, to be a better writer in english, learn more and more and more vocabularies, start to really work on my grammar since my english isn't good enough yet (my english stays in mediocre level compared to my friends here in Singapore, you know, dont say that i'm exaggerating things). and yeah, i also have some other people to look up to, i got a super smart friend from India -seriously, remembering him and all of his A+ helps me a lot to study more and reach better scores (i still got some Bs, wish me luck again).

it's almost the end of 2nd month of 2012, and i havent reach anything yet except i spend more time with my family and start to love them more *which for me, it's quite an achievement. i'll read more good books, write more, spend time on internet browsing thru websites that are actually resourceful, pray more, smile and laugh more, and finding out who i am because i'm not quite sure yet.

sorry for the long post, but hey,
i'm totally ready.

Thursday, 26 January 2012

sepotong kalimat (sok) bijak

"Tentukan dulu batas kekuatan lo sebelum lo berjuang, apalagi di suatu hal yang sesulit ini. Jangan pernah mulai berjalan di kegelapan kalau lo belum tau seberapa panjang lilin yang lo punya."

Untuk Jova, yang apinya mulai meredup.

Saturday, 21 January 2012

sebuah renungan tentang hidup


Aku ingat ketika beberapa tahun yang lalu, seorang guru berkoar di hadapan murid-muridnya, kami, tentang pentingnya menjadi pintar,
agar membahagiakan orang tua? kami belum peduli.
supaya bisa mendapat pekerjaan yang bagus? apalagi.
"Biar hidupmu nanti berguna!" satu kalimat itu menyentuhku.
baru menyentuh saja.

Tapi aku jadi mulai bermimpi tentang menjadi dokter untuk menyembuhkan orang-orang sakit,
atau menjadi arsitek supaya bisa mendesain rumah-rumah keren untuk mengindahkan Indonesia, --serius, aku pernah mikir begitu.
mungkin juga jadi guru biar nanti bisa memberi murid-muridku nilai yang bagus,
atau setidaknya menjadi ibu yang pintar supaya anakku juga nanti pintar.

Beberapa waktu kemudian, seseorang menasehatiku tentang pentingnya menghargai orang lain, memperhatikan hal-hal kecil -mungkin pengemis tua di ujung jalan yang memang butuh atensi kita, atau sekedar bunga yang baru mekar sekedar menjadi suntikan semangat di pagi hari, juga mensyukuri hal-
agar kembali dihargai? dipuji mungkin? ah buat apa. buang-buang waktu.
agar semakin bersyukur pada Tuhan? ..aku tidak merasa aku sereligus itu. belum.
"ya supaya hidupmu ada artinya dong! you've missed a lot of things!"
satu kalimat itu membuatku tertegun.
sebuah jeda yang cukup panjang,
membuatku berpikir, menciptakan janji-janji dan rencana-rencana baru pada diriku sendiri.

aku sangka aku sudah siap menjadi seorang Venus Aretha yang baru.

Friday, 9 September 2011

#life 1

seorang anak lelaki berjalan dengan buku-buku pelajaran di tasnya. sesekali dibenahinya kacamata tebal yang bertengger di atas hidungnya. tidak jarang ia bersungut, sepulang les malam ini masih ada setumpuk PR juga ulangan harian besok yang harus ia persiapkan.
ketika ia melewati gardu yang dipenuhi remaja tanggung seusianya sedang duduk sambil merokok dan main catur, ada yang main kartu. ia mendengus dalam hati, mencemooh sekaligus iri. mencemooh karena ia yakin ia memiliki masa depan jauh lebih cerah dari mereka. iri karena ia tidak memiliki waktu lagi untuk berkumpul dengan teman-temannya. bahkan, ia tertegun sendiri, apakah aku memiliki teman?
Entah apa yang menyeret langkahnya, ia mendekati kerumunan itu. Berdialog. Dan tertegun lagi,
"Gue nggak pernah benci hidup, meskipun hidup sucks banget, tapi seenggaknya gue punya hal-hal berharga. Gue punya temen-temen gue, gue punya cewek gue, dan ortu gue, biar brengsek, seenggaknya gue punya ortu. Gue juga nggak pernah benci Tuhan. Lo tau, sebengal-bengalnya gue, biar gue bajingannya kayak apa, gue tau Tuhan baik. Gue tau dia maha pemaaf, maha penyayang. Buktinya dia nggak langsung nyabut nyawa gue waktu gue bikin dosa. Dia masih mau-maunya bikin jantung gue berdetak .. Masih mau ngatur nafas gue .."

Deg!

Tuesday, 19 July 2011

birthday gift idea for a special girl?







this is actually one of my 'artwork' that i'm proud so much. this is dira's 17th birthday present <3 ..great party btw :D
she's girly, fashionable, dramatic, expressive, and yes.. she's one of my favorite friend on earth :*

so at first i was going to give her dress, but then it's just gonna be common 'cause i'm sure there's other who will give her dress, so i 'squeeze' my brain a lil bit and start thinking.
so here it is!
broken white lace belt *victorian style* + pearly lacey necklace + queen chain necklace + red and gold nail polish + just some touch of hershey's kisses chocolate almond :3

you can change it into a small box with colorful candies, ring, some hair clips and cute keychain, or earring probably?
or maybe teddy bear with a pocket of marshmallows in his hand..
you also can replace the pretty stuff and make it more casual with rainbow stripes socks, small notebooks, with a small (or giant, your choice) lollipop..

hey, all those included sweets, why?
because, daahling, this is sweet seventeen! well, you still can do it for sweet sixteen, eighteen, twenty, whatever. and second, it's nice to get something to eat when you open lots of gifts from other people, that's what makes you different isn't it?

hope this inspire you, something special doesnt have to always be expensive, isnt it? :)

Wednesday, 22 June 2011

Reblogged from Om Antyo Rentjoko


BUKU SLANG INDONESIA TERBITAN LUAR :P

Check it out, Boss! -- Cekidot, Gan!
Sampul buku ini menarik, sehingga saya comot untuk judul. Ragam tuturan Indonesia yang tak resmi, bahkan musiman, ditulis dalam bahasa Inggris, oleh Christopher Torchia dan Lely Djuhari. Torchia adalah wartawan Associated Press yang pernah bertugas di Jakarta. Sedangkan Djuhari (Twitter: @lelydjuhari)adalah seorang spesialis komunikasi di Unicef. Hasilnya?  ”Bahasa alay” dan “cengdem” pun masuk.
Bahasa alay” dijelaskan sebagai “the language of the kite runner kids“, penginggrisan untuk “bahasa anak layang”.  Dalam paparan tafsir dan konteks, diberi pula contoh tentang penggunaan “Chambleeqummbh” sebagai pengganti “Assalammu alaikum”. Entri penutup pada halaman 277 itu mencengangkan. Apa yang kita anggap sepele, dan berkemungkinan terlupakan, ternyata ada yang mencatat.

Monday, 6 June 2011

I wrote this almost 2 years ago

aku bertanya-tanya ..
apa tujuan kita sekolah?

lho, beneran ini. awas aja ada yang ngejawab "menuntut ilmu" aku jitakin satu-satu *pletak*
:D

nggak nggaaak, maksudku ..

di indonesia, entah sistemnya yang harus diperbaiki atau apa, tetapi kita malah diajari "belajar secara tidak fokus"

let's see, sampai detik ini pelajaran yang menurutku 'menyeluruh' alias bisa diterima dan dibutuhkan semua kalangan adalah matematika dan bahasa inggris

bukannya apa, tapi ..

coba pikir, kalau seseorang ingin menjadi dokter, buat apa dia mempelajari sejarah, geografi, dan pelajaran ips lain?

kecuali pelajaran dasar, seperti waktu sd, bolehlah, memang penting.

tapi kalau dia menggunakan waktu selama di smp untuk mempelajari hal-hal yang 'agak tidak penting' tadi, diganti dengan mempelajari seluruh materi sma. lalu di sma ia mempelajari sebagian materi kuliah.

jelas mau lulus kuliah kedokteran nggakperlu waktu selama itu kan?

begitu juga dengan psikologi (dia nggak perlu belajar biologi, kimia, fisika dan sebangsanya)

dan profesi lain.



maka aku menjawab sendiri pertanyaanku dengan:

untuk bertemu teman-teman serta guru dan mempelajari banyak hal dari mereka.

lho kenapa?

iya.

karena ketika kita tetap berada di sistem seperti ini, waktu sma kita akan bertemu dengan orang-orang heterogen. yang memiliki cita-cita berbeda dan ahli di bidang yang berbeda juga.

dari merekalah kita bisa belajar banyak.

bukan pelajaran pelajaran 'mbuletisasi' yang kita pelajari sebenarnya (berani jamin buat anak-anak yang pengen jadi psikolog, arsitek, atau pramugari sekalian, 5 tahun ke depan, pasti udah pada lupa sama pelajaran sma yang nggak berhubungan sama pekerjaan mereka. kecuali guru mungkin yaa)

meskipun ada gunanya, tetapi yang dipelajari utamanya sebenarnya bukan itu!

yang dipelajari secara tidak sadar oleh kita adalah gimana kita bergaul ..

gimana kita menghadapi masalah yang ada, baik soal pelajaran, temen, keluarga, cinta *ehem*, diri sendiri, dan masalah masalah lainnya ..

gimana kita mengatur waktu dan berusaha membuat skala prioritas (yang secara nggaklangsung juga mendewasakan dan sangat membantu saat kita dewasa nantinya) ..

gimana kita belajar untuk menjadi seorang yang rapi dan terorganisir, ngatur buku lah, disiplin bawa buku pelajaran lah, supaya waktu udah gede ntar kebiasaan itu tetep kebawa dan kepake ..

gimana cara kita memperkaya pengalaman kita ..

gimana cara kita -setidaknya sedikiiit saja- membalas jasa orangtua kita dengan membuat mereka bangga dengan *prestasi kita, baik akademis ataupun non akademis ..

gimana kita menambah banyak pengalaman, dan menambah banyak teman juga (yang pasti berguna untuk memperluas koneksi kita saat bekerja nanti)

dan hal-hal lain yang bahkan tidak pernah terpikir bahwa sebenarnya kita telah mempelajari itu semua secara tidak langsung!



ketika nilaimu jelek, jangan putus asa, coba pikir, apa kalau kamu dewasa nanti kamu akan ditanya, berapa nilai ujian kimiamu saat sma?

nggak kan?

tapi jangan terlalu cuek juga, jadikan itu ajang untuk introspeksi

mungkin kamu males, atau kebanyakan OL ym *tersindir :p*, kebanyakan smsan dan fban, atau kalo guru nerangin ngobrol sendiri, dst.

bagaimanapun, pelajaran tetap penting, kawan.

suka nggak suka, rela nggak rela, mau nggak mau, kita tetep harus mengakui bahwa nilai (secara tertulis) selalu dijadikan acuan kelulusan, acuan kredibilitas dan kualitas seseorang *jyah, bahasaku :))* dan yah, acuan tingkat kecerdasan seseorang.



ayahku punya teori. orang yang berkualitas itu ada dua.

pertama, orang yang semasa sekolahnya memiliki kemampuan luar biasa di satu bidang atau lebih, dan ketika dewasa kemampuannya itu berguna. contoh: smart di matematika dan berhasil menjadi arsitek hebat, jago di bidang biologi dan lulus menjadi dokter handal, dan seterusnya. ataupun yang di luar akademis, contoh: si jenius internet *uh-oh, so not me :p* bisa menjadi blogger, ataupun jagoan game online yang menghasilkan duit berjuta-juta. yang suka bersastra *haha* mungkin bisa jadi pengarang, dst.


kedua, orang yang menggunakan masa sekolahnya untuk mengasah kemampuannya dengan hal-hal yang tidak ia sadari telah ia pelajari *ribet amat bahasanyaaa*

maksudnya gini, di sekolah, mungkin ia bukan jenius dalam pelajaran, atau apa.

tapi ia adalah orang yang memanfaatkan kesempatan, ia tau persis bahwa saat sekolah, bukan hanya akademis yang dipelajari, melainkan hal-hal lain.

contoh: seseorang yang pandai bergaul, sering ikut kegiatan ini-itu sehingga temannya banyak, ketika dewasa bisa menjadi humas dengan banyak banget koneksi (teman-temannya itu sudah pasti ada yang menjadi dokter, guru, arsitek, dsbnya kan?)

atau mungkin yang punya jiwa leadership dan udah banyak pengalaman memimpin event atau bahkan organisasi.

atau, seseorang yang suka dijadikan tempat curhat teman-temannya, sering memberi solusi, bisa menjadi bekal untuk mengasah bakatnya sebagai psikolog.


siapa tau?


    • Nadia Makhya aku pengen jadi yang ke duaaaaa
      December 5, 2009 at 5:39pm · 
    • Sabrina Cho SETUJU!
      aku ga ngerti banget sama sistem pendidikan di sini!
      eh. makasi ya. notemu uda ngasih motivasi buat ttp rajin sekola. :)
      December 5, 2009 at 5:45pm · 
    • Fadhil Hafizh Sadewo good work ;) it's beauty thought. i never think about these before, mending stop online saya, hahaha
      December 5, 2009 at 5:51pm · 
    • Rizky Hanna Ekaputri klo aku setuju banget dengan teori ayah kamu ni...
      sebenernya Indonesia itu 'terlalu' pinter banget materi pelajarannya,ya jujur sebagai siswa biasa yang hanya mempunyai kemampuan yang di bawah rata-rata,aku juga ngerasain yang namanya diskriminasi dalam pelajaran..misal kita ga bisa matematika tetapi di luar lingkungan skul kita,kita di anggep bener" bodoh..(ini yang bikin aku kecewa...)
      December 5, 2009 at 6:18pm · 
    • Nadia Makhya di singapore pelajaran anak kelas 3 smp (dsana smpny 4 th ,sma 2 th sd 6 th ) .
      Pel anak 3 smp , udah diajarin di indonesia kelas 1 smp hahaha
      December 5, 2009 at 6:22pm · 
    • Rizky Hanna Ekaputri hohoho setuju ya...klo kata sepupuku yang skul internasional di luar,mapelnya lebih mudah di luar daripada di Indonesia..
      December 5, 2009 at 6:25pm · 
    • Amanda Dinar yaaaaaa, ini sangat memberiku semangat, noni,,,
      trutama bwat aq yg g mudeng kimia dari bab 1
      trimakasih buanyaakkkk
      December 5, 2009 at 7:01pm · 
    • Annisa Shabrina hore
      December 6, 2009 at 6:39am · 
    • Venus Aretha ‎@all ..
      astaga, aku nggaktau kalo note ini dikomen, dan dilike pula, huaaaa :')
      terharu wkwkwk
      thanks. a huge.
      December 6, 2009 at 8:13am · 
    • Dara Antares Minerva ‎:) 'mungkin kebanyakan fb-an' *tersindir* hha :p hey, yang suka sastra! :D ayoo mana katanya mau bikin proyek novel bilingual? ditunggu sama yang suka sastra juga ini lo hha :9
      December 6, 2009 at 9:51am · 
    • Nabil Ishak 
      sebenarnya jadilah dan berikanlah yang terbaik sebagai apapun kamu menjadi,....
      jika kau adalah siswa jadilah siswa yang terbaik dalam mengemban amanah itu,
      jika kau adalah pekerja jadilah pekerja yang bertanggung jawab pada dirimu juga oran...See More
      April 10, 2010 at 7:38pm · 

Saturday, 21 May 2011

this is breathtaking, really!

what's on your mind when you see


yes. paper.

l-o-v-e ?

a stupid but beautiful shit thing called love..
what’s that actually?
we talk about it *yeah a lot. we sing about it *come on, look at your playlist, we read about it, we write about it, and we even often dream about it. but do we really now what’s that actually?
let me tell you a Greek myth *yes i love Greek myth, and i like to change it according to myself* with some *well, lots!* changes by myself. it becomes my love theory.
well then, let’s start.
Aphrodite is the Goddess of Love. Also known by Venus. She’s crazy in love with the Goddess of War, Ares. or in some areas is more popular by Mars.theory number one: love is unpredictable, it can happen to everyone. even if they’re really different.
unfortunately, she couldn’t marry him. she had to get married with Hephaestus (Vulcan) because of some reasons. theory number two: love is unfair, sometimes. just accept itbut sometimes she still met Ares quietly, well, you know what i mean.
she had 2 kids, they’re Eros and Cupid.
Eros was beautiful, sexy and attractive. nowadays its name becomes Erotic. a pathetic misunderstanding of love. you know what i mean? yeah. porn, sex, you name it.
Cupid, a bit better. he’s a very naughty boy at that time. he liked playing with his love arrows. he shot everyone. the God fell in love with human, the rich fell in love with the poor, the black fell in love with the white, and so on. and the third theory appears because of him everyone is deserved to fall in love to everyone.
did ya enjoy my story? i hope so. because i still have lots, dear ;)
now, let’s talk about this beautiful shit thing.
according to my opinion:
  • love is blind? no. it’s just blinding. and it depends on the us. can we control our feelings, instead of controlled by em?
  • love is selfish? no. because the main point of love is giving, not expecting the replies. seems hurtful, isn’t it? but that’s true love, dear.
"You know it's love when all you want is that person 
to be happy, even if you're not part of their happiness."
-- Jean Zheng 
  • love is cruel? hey, don’t only see it by thin glasses. it’s not only about the relationship between two person. no, not that superficial. let’s refresh your mind. how about your mother’ kiss? your best friend’ hug? an innocent smiles, cute puppies, beautiful blossoms, the sunset moments, unforgettable photographs, aren’t they love?
  • then? well, i’m not the professor of love, ya know. maybe someday i’ll upgrade the list. have an  awesome (love)life, bloggies <3
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...