Sunday, 24 July 2011

...

ia mengintai di balik tirai, memperhatikan momen ketika hatiku tertusuk, berdarah dan tercabik-cabik lalu tanpa kata dijahitnya tuntas.
aku tertegun, ia pergi tanpa menoleh lagi.

masa bergulir, hatiku yang sempat menghangat kembali membeku karena semunya semilir semi.
ia datang tanpa pertanda apa-apa dan menumbuhkan kembali bunga belukar di taman hatiku.
dan ia beranjak sebelum kata terima kasih sempat terlontar.

hari-hari merangkak, dan ketika pita gempita hatiku tercerai berai, ia dengan rapi menata dan melukisnya lagi dengan sembur pelangi. 
aku kembali terpana, kucekal tangannya sebelum ia berbalik pergi, dan suaraku lirih bertanya, "kenapa?"
ia menatapku lama, membiarkan aku mengecup udara mencekik seiring detik berdentum menunggu jawabnya.

"ini caraku mencintaimu."


-original by Venus Aretha

9 comments:

randy oktaran said...

aw aw aw keren nih tulisan

Feby Oktarista Andriawan said...

Waw, so sweet, gue suka kata-katanya.. :)

Reza Kurniawan said...

berwibawa banget pas ngomong "ini caraku mencintaimu"

Venus Aretha said...

makasih semuanyaaa haha, tapi so sweet apaan, ini mah #jleb banget kayanya :p

Reza Kurniawan said...

kamu kuat venus! kamu bisa merubah tatapan seseorang itu menjadi sumber motivasimu! kamu bukan sebatang pohon yang rapuh, kamu masih sanggup menaklukan apa yang ada di hadapan mu! taklukan lah dia!jangan #jleb, pis lop en gaol #eaaa

Venus Aretha said...

ebuset, emang kapan sih gue bilang ini cerita pribadi? hahahaa thanks anyway :D

Claude C Kenni said...

Tapi di dunia nyata, nice guys finish last...cowo kayak di cerita lu itu biasanya berakhir jadi tempat sampah abadi buat temen2 cewenya >_<

Nice post btw =)

Alvi Syahrin said...

WOW!!! Suka baris terakhir.

Indra Permana said...

kalo di sepertiin..
ini bagaikan bala-bala gurih di pagi hari.
hhmmm

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...