Friday, 24 February 2012

saya betul atau benar?

generasi kita adalah generasi malas berpikir,
dimana seorang ibu bisa-bisanya menyerahkan pertanyaan "besok masak apa?" kepada pembantunya,
dimana seorang bos bisa-bisanya berkata, "ah itu kan bukan urusan saya, masa saya mikirin gituan?"
dimana tersisa seorang murid yang tidak bisa menyerahkan 'tugas berpikir' kepada siapapun lagi, dan berakhir akan mencintai seluruh kesempatan dimana ia bisa beristirahat dari proses berpikir.


perlahan tapi pasti, kemampuan kita dalam memutuskan sesuatu akan menurun, mulai menghindari memikirkan hal-hal yang menurut kita remeh dan (lagi, menurut kita) tidak berperan banyak bagi hidup kita. perlahan tapi pasti kita kehilangan abilitas kita merumuskan masalah menjadi pernyataan dan mencari solusi dengan cepat.


salah siapa?
kita terbiasa disuapi dengan jawaban-jawaban untuk dihafal bukan permasalahan untuk dipecahkan. dan (sebenarnya) kita menjadi keenakan karenanya.
jadi? salah guru kita? guru kita juga terbiasa disodori kurikulum oleh departemen pendidikan yang akan mengatur semuanya, mulai dari buku sampai sistem pendidikan. seluruh kreativitas terpaksa ditahan -dimana akan diprotes oleh sekitar enam persen populasi guru kita, tapi diterima dengan syukur oleh sisanya. para malas berpikir.


even now, a blogger can't always be considered as a writer. seseorang bisa saja hanya membuat akun, memilih template, dan hanya mencari sumber-sumber dari internet lalu klik kanan. tipikal, saudara-saudara. terimalah, budaya copas sudah nyaris legal.


berlatihlah untuk lebih produktif, less 'retweeting' and start to think with your own mind. retweet nggak cuma berlaku di dunia twitter aja sebenernya, terus-terusan mengekor di pendapat orang lain dan hanya menjadi voters ketimbang pencetus ide juga merupakan salah satu akar budaya males mikir ini. beberapa hari lalu saya membaca tweet yang sebenarnya kelihatan normal -lucu malah-
"bitch, please. it's 2012. can we get some waterproof phone? i'd love to text during shower."
tapi jika dipikir lagi, pertama itu menunjukkan betapa parah level kecanduan generasi kita terhadap handphone. serius, emang kita bener-bener sebutuh itu sampe hape harus nempel 24/7 di jemari kita? man, we're just so pathetic.


kedua, well why should wait for somebody to start making it and we just gonna applause for them? kenapa nggakpernah terlintas untuk mulai bikin atau seenggaknya mengembangkan ide itu dengan lebih proper? yep. terlalu nggak mungkin. males. nggakpunya waktu. bikin hape? are you kidding me?


gini ini nih cara berpikir remaja zaman sekarang. pernah sekali waktu lagi makan bareng temen saya mencetuskan, "aduh bener-bener deh ya tren di surabaya ini lambat banget. masa harem pants aja belum 'in' sih? di jakarta aja udah bejibun yang make." guess what? lusanya waktu hangout lagi, salah satu temen lain di circle itu make harem pants plus body fit shirt yang imut banget. with bangles and quirky heels, dia sukse menarik perhatian dan temen sayapun sukses keki berat. salah siapa ngebocorin ide ke orang lain, ya nggak?


setelah dipikir-pikir saya juga males mikir konsisten, tadinya berniat pake bahasa indonesia full -eh tetep aja kecampur campur sama inggris --"
daaaan setelah dipikir-pikir kayaknya saya emang kebanyakan mikir deh sampe bikin post ginian O.o


okelah, saya mau siap-siap ngampus dulu. have a nice day, fellas! stay upbeat!

5 comments:

Claude C Kenni said...

Makanya anak2 jaman sekarang sering disebut "generasi instant"

Jaman dulu mau cari definisi suatu kata aja harus mati2an nyari di perpus, sekarang tinggal google, pasti langsung depat...hahaha

Mega Shofani said...

Suka sama postingannya. Masih sempet banget Ve mikir yang begini sementara di tempat lain kebanyakan cuma pada galau gaje, termasuk gue :D hahaha. Tapi ulasan Ve ada benernya, kadang kita males berpikir sendiri atau lebih tepatnya lebih suka yang instan... Yap apalagi di jaman sekarang :))

...Uzay Gingsull... said...

jawaban nya benar..

setuju sekali..
teknologi boleh mkin canggih tapi otak generasi sekarang mkin sempit gara2 ngga di pake berpikir keras..

Rifai said...

ne anak makan apaan sehh..
kok pemikirannya tajem,kritis banget???

salam kenal yah..

dindasaurus said...

waaaah.gue setuju ,less retweeting and start to thingking. <-- salah ye.wakak.salam kenaaal venuuus.,lo masih tinggal di planet bumi kan? =))))

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...