Saturday, 21 January 2012

sebuah renungan tentang hidup


Aku ingat ketika beberapa tahun yang lalu, seorang guru berkoar di hadapan murid-muridnya, kami, tentang pentingnya menjadi pintar,
agar membahagiakan orang tua? kami belum peduli.
supaya bisa mendapat pekerjaan yang bagus? apalagi.
"Biar hidupmu nanti berguna!" satu kalimat itu menyentuhku.
baru menyentuh saja.

Tapi aku jadi mulai bermimpi tentang menjadi dokter untuk menyembuhkan orang-orang sakit,
atau menjadi arsitek supaya bisa mendesain rumah-rumah keren untuk mengindahkan Indonesia, --serius, aku pernah mikir begitu.
mungkin juga jadi guru biar nanti bisa memberi murid-muridku nilai yang bagus,
atau setidaknya menjadi ibu yang pintar supaya anakku juga nanti pintar.

Beberapa waktu kemudian, seseorang menasehatiku tentang pentingnya menghargai orang lain, memperhatikan hal-hal kecil -mungkin pengemis tua di ujung jalan yang memang butuh atensi kita, atau sekedar bunga yang baru mekar sekedar menjadi suntikan semangat di pagi hari, juga mensyukuri hal-
agar kembali dihargai? dipuji mungkin? ah buat apa. buang-buang waktu.
agar semakin bersyukur pada Tuhan? ..aku tidak merasa aku sereligus itu. belum.
"ya supaya hidupmu ada artinya dong! you've missed a lot of things!"
satu kalimat itu membuatku tertegun.
sebuah jeda yang cukup panjang,
membuatku berpikir, menciptakan janji-janji dan rencana-rencana baru pada diriku sendiri.

aku sangka aku sudah siap menjadi seorang Venus Aretha yang baru.

1 Januari kemaren, yap, di hari pergantian tahun, gue ngetwit beberapa tweets soal kehidupan. dan mendapat banyak mention karenanya.
gue inget banget, gue lumayan seneng. kerena itu artinya gue bisa menginspirasi orang lain. meskipun dikit.
tapi setelah direnungkan lagi, ternyata gue seneng karena dengan sombongnya gue pikir gue udah mengawali tahun 2011 dengan cukup baik.
gue kira dengan sebuah good start yang udah gue awalin dan gue tularin ke orang lain, kita semua bisa sama sama berjalan ke satu tujuan. menjalani hidup dengan sudut pandang yang lebih baik. dan pastinya, jadi orang yang lebih baik juga.

nyatanya? gue salah.
pelan-pelan, gue inget gue kayak apa senengnya tweet gue di RT sama bang Adit (Yulian Eka Aditya) pemilik theyulianzone.com
Yulian Eka Aditya
:) RT : hidup bukan tentang copas, tapi menginspirasi orang lain Cc: yulianzone
yeah. karena memang iya gue terinspirasi sama dia. sama gaya ngegambar dia. saat gue ngetik tweet itu, di benak gue udah ada sketsa-sketsa, ide-ide yang siap gue tuangin ke sketchbook a4 item polos gue, yang covernya pun belum gue hias-hias. rencana tinggal rencana. perwujudannya? nggak ada.

yup. gue malu.

apalagi kalo inget tweet tweet gue yang lain.
"hidup bukan untuk dibenci, apalagi memaksakan bahwa kamu tidak ingin dilahirkan." tapi kadang gue masih suka kesel sendiri.
"hidup seharusnya membuatmu belajar mensyukuri kekalahan, bukan menyombongkan kemenangan." ngomong gampang, Ven. belum tentu lo juga bisa.
"hidup bukan tentang mengalahkan musuh, melainkan menemukan sahabat." apa lo sendiri udah jadi sahabat yang baik?
"hidup tidak bisa dibiarkan mengalir seperti air, ingat, sungai ada yang ke laut dan ada yang ke selokan." inget udah berapa kali kamu cuma males-malesan di depan TV dan komputer?
"hidup bukan tentang bagaimana kamu mencari perhatian dengan keluhan, melainkan seberapa kuat kamu bertahan." apa iya lo udah berusaha mengurangi kebiasaan lo mengeluh?
"hidup bukan tentang memaksa bersama seseorang ketika kamu kesepian, melainkan menemukan seseorang yang tepat di saat yang tepat." inget baik-baik hal ini, Ven.
"hidup bukan tentang ketakutan akan hari esok, tetapi keteguhan untuk meninggalkan masa lalu di belakang." dan inilah yang sedang berusaha gue lakukan. plus, perubahan.
you're made to be someone, to be something. don't insult your God for creating you. - Venus Aretha
Tweet di atas sebenarnya dibuat supaya orang-orang di luar sana, dan gue juga, bersyukur dan menghargai diri gue sendiri. Stop thinking we're not good enough, stop staying with wrong people who don't appreciate us and evern worse they make us value ourselves a lot lesser, simply start to believe that we're not born without any reason and purpose.

But actually it's not enough, people.

Sesudah belajar menghargai diri sendiri, kita juga harus percaya bahwa kita diciptakan untuk menjadi orang yang berguna bagi orang lain dan diri sendiri. Dengan semua kemudahan dan fasilitas yang orangtua kita berikan, sudahkah kita memanfaatkan itu sebaik-baiknya? Sudahkah kita memanfaatkan kesempatan yang diberikan pada kita semaksimal mungkin?
Fasilitas?
Dengan fasilitas yang lebih terbatas, seseorang di usia gue udah bisa punya kerjaan sendiri yang menggajinya 7 juta perbulan. Dengan uang saku yang lebih sedikit, seseorang di usia gue udah kepikiran buat bikin laporan pertanggungjawaban pengeluarannya perbulan supaya segala sesuatunya terkontrol dan dia bisa mempertanggungjawabkan semuanya ke ortunya. Dengan waktu luang yang lebih sempit dari gue, seseorang di usia gue udah bisa mengorganisir hobi dan koleksinya dia ke satu galeri luarbiasa keren -yang sempet gue ikutin tapi progress gue dibanding dia? jauh. Dengan didikan yang sama bagusnya dari ortu masing-masing, seseorang di usia gue udah jadi aktivis ini-itu, ngadain baksos disana-sini dan berakhir dengan ratusan temen baru.

Kesempatan?
gue punya banyak. beberapa gue ambil dan berhasil bikin gue jadi orang yang lebih baik. beberapa gue ambil dan gue sia-siakan. beberapa lagi gue biarin. sisanya? gue bahkan nggak sadar itu pernah ada.

have I live my life to the fullest? or am I officially lost in my journey finding the meaning of it already?
can I start now? or is it too late?

"Hidup lo keliatan jauh lebih produktif dari gue, tuh, Ven.."
Keliatannya kan? Gue juga tadinya mikir tahun 2011 gue itu udah lumayan banget dibanding tahun-tahun gue kemaren. Dan gue masih mensyukuri itu. Alhamdulillah gue udah sedikit berubah, sedikit jadi lebih baik. However, turns out that I need to learn more, create more, and I'm willing to do it. Janji-janji gue harus mulai ditepatin 100% terutama untuk lebih deket lagi sama Sang Pencipta, memperbaiki aqidah-akhlaq gue yang mulai falling apart. Lebih perhatian sama keluarga. Lebih rajin soal sekolah. Lebih mikirin masa depan. Semuanya.

You only live once, but if you did it right, once is enough.

10 comments:

hanif said...

so inspirating kakaaaak kata2nya :)

yulianzone said...

wogh... ada aku :D

Claude C Kenni said...

Cherish your yesterdays and dream your tomorrows, but most importantly, don't forget to live your todays...

Kurt said...

kalo kata x-dosen ku, "dalam hidup, tak seorangpun yg gak punya masalah. karena hidup adalah masalah"

Emelia Ariska said...

kata2nya bener2 menginspirasi~
kata2nya ngena banget :)

Rusydina Tamimi ♥ said...

keren :)

Rini Hastuti said...

mengena sekaliii #terharu

Irvina said...

kadang apa yang kita twitkan gak sesuai dgn yg sesungguhnya. but ya berusaha untuk lbh baik deh ya pastinya :D

Zazuli said...

anjrit, speechless lagi gue :)

"You're such an inspiration, thank you!"

Anindya Moeljosentono said...

Inspirating again :) Semoga sekarang sudah menemukan, or at least in a way to find out why you (or maybe we) should get yourself (ourselves) a good life :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...