Saturday, 28 January 2012

lucu.

"teh, sedekahnya teh. buat makan."
kupandangi sekilas. kutaksir usianya. paling sekitar tujuh-delapan tahunan.

"kamu mau makan apa?"
dia tertegun. mungkin tidak menyangka akan ditanya begitu.
ragu, ia menunjuk gerobak siomay.
kuangsurkan selembar sepuluh ribuan.
sedetik, sepuluh detik. setengah menit..
"loh? katanya mau itu? beli gih."
dia masih bergeming. uang itu diremas-remas, terlipat-lipat di jarinya yang mungil.
"nanti disuruh bayar teh."
lah?
"yaiyalah disuruh bayar, tuh uangnya kamu udah ada."
"nanti nggak ada uang buat dibawa pulang teh."
aku melongo.
gemas. kusurukkan lagi selembar uang limaribuan.
sepasang mata itu menatapku lekat. uang itu digenggam erat.
"teteh nggak bakal nyulik saya kan?"
aku melongo lagi.
"nggak, tuh mobilku disitu. aku udah mau pulang. udah ya. makan gih sana."

dua menit kemudian aku sudah duduk di dalam mobil. ketika mataku menangkap pemandangan itu.
anak tadi. masih dengan kaus oranye dekilnya. menggenggam erat-erat kaus seorang pemuda dekil, bertato, tersenyum lebar dengan gigi-gigi kuning bernikotin. melambaikan uang lima belas ribu rupiah. padaku.

aku termangu.

26  Januari 2012, Pasar Ular Plumpang, Jakarta Utara.

6 comments:

BasithKA said...

Mengenai anak dibawah umur yang dieksploitasi begitu? :O

Venus Aretha said...

Entah anak itu emang harus nyetor hasil minta2nya, atau uang itu dirampas, yang jelas anak itu nggak jadi makan siomay.

Ririz Noorrahmi said...

gak jadi makan siomay?? itu berarti anak yg di suruh suruh gitu. kasian ya :-/

Emelia Ariska said...

kasian :(
jahat bener yg ngambil duitnya itu-.-

dunia kecil indi said...

ah...

Bilal said...

Ini kasian kan ceritanya. Kok judulnya lucu --"

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...