Wednesday, 22 June 2011

Reblogged from Om Antyo Rentjoko


BUKU SLANG INDONESIA TERBITAN LUAR :P

Check it out, Boss! -- Cekidot, Gan!
Sampul buku ini menarik, sehingga saya comot untuk judul. Ragam tuturan Indonesia yang tak resmi, bahkan musiman, ditulis dalam bahasa Inggris, oleh Christopher Torchia dan Lely Djuhari. Torchia adalah wartawan Associated Press yang pernah bertugas di Jakarta. Sedangkan Djuhari (Twitter: @lelydjuhari)adalah seorang spesialis komunikasi di Unicef. Hasilnya?  ”Bahasa alay” dan “cengdem” pun masuk.
Bahasa alay” dijelaskan sebagai “the language of the kite runner kids“, penginggrisan untuk “bahasa anak layang”.  Dalam paparan tafsir dan konteks, diberi pula contoh tentang penggunaan “Chambleeqummbh” sebagai pengganti “Assalammu alaikum”. Entri penutup pada halaman 277 itu mencengangkan. Apa yang kita anggap sepele, dan berkemungkinan terlupakan, ternyata ada yang mencatat.
Adapun “cengdem” juga disebutkan sebagai akronim “ceceng adem“, dengan keterangan “A thousand cools = Cheap sunglasses“. Tentu dijelaskan pula bahwa “ceceng” berasal dari bahasa Cina Hokkian dan “adem” dari bahasa Jawa (hal. 268).
Masih banyak kata yang terangkum dalam buku ini. Perek (experimental woman = prostitute, bimbo). Buaya darat (land crocodile = playboy, womanizer). Tante girang (happy aunty = a middle-aged woman who seeks gigolo). Cinta monyet (monkey love = puppy love). Carmuk (look for face = show your face; drop by; pop in). Pak Ogah (Mister No Way). Pepesan kosong (empty banana wrap).
Ada juga yang politis. Misalnya “disekolahkan”, yang bukan berarti “tergadaikan” melainkan dibunuh dalam operasi militer. Saya mendengar “disekolahkan” dalam arti mengerikan itu dari seorang perwira militer awal 2000-an sepulang dia dari bertugas di Aceh.
Sebagai rintisan yang semoga akan terus terbarui, colloqouial ini berharga karena mencatat sejumlah tuturan tak resmi dalam bahasa Indonesia, yang terkadang juga dicomot oleh media. Saya sangat menaruh hormat kepada kedua penulis.
Meskipun begitu ada juga yang membuat saya terkesan karena baru tahu dari buku itu. Apa? Kata “krakatau” yang berujung pada kata Betawi “kagak tau” :D (hal. 15). Bagaimana penjelasannya, silakan Anda baca sendiri. :)
JUDUL: Indonesian Slang: Colloquoial Indonesian at Work (Judul sebelumnya: Indonesian Idioms and Expressions, 2007) • PENULIS: Christopher Torchia & Lely Djuhari • PENERBIT: Tuttle Publishing (Periplus Editions), Hong Kong 2011 • TEBAL: 288 halaman • HARGA: Rp 145.000
 source: www.blogombal.org

2 comments:

dara.antares said...

pernah liat ini di bandara! hahaa

Irvina said...

ih bagus nih, kreatip! jd pengen beli hahaha :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...